PELAKSANAAN

  1. FGD dilaksanakan pada hari Senin tanggal 13 Maret 2017, bertempat di Ruang Rapat Sekda Lantai II Gedung Baru Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin oleh Bapak Asisten Ekonomi dan Kesra.
  2. Narasumber :
  3. Oni Yulfian                         : Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat
  4. DR. Rahmi Fahmy, SE.MBA  : Dosen Fak Ekonomi Universitas Andalas
  5. DR. Hefrizal Handra             : Dosen Fak Ekonomi Universitas Andalas
  6. Peserta : Tim Pengarah, Tim Inti, Sekretariat Forum Koordinasi Pengembangan Ekonomi Prov. Sumatera Barat, SKPD Provinsi terkait, Dinas Koperindag Kabupaten/Kota, Dinas Pariwisata Kab/Kota, Akademisi, Asosiasi, HIPMI, KADIN, dll.
  7. Topik : “Peran UMKM Dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Sumatera Barat”.

HAL-HAL YANG DIDISKUSIKAN

Forum Pengembangan Ekonomi Daerah (FPED) adalah usaha mengembangkan potensi dan mengoptimalisasikan sumber daya lokal (potensi) dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas ekonomi pada suatu daerah secara terpadu dan berkesinambungan dengan menyelenggarakan/memfasilitasi dialog-dialog tematik terkait pengembangan ekonomi daerah.

TUJUAN

  1. Pariwisata telah menjadi payung bagi perkembangan banyak sektor termasuk peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Perkembangan pariwisata akan sangat berdampak pada peningkatan UMKM di daerah tersebut, begitu juga sebaliknya. UMKM dan pariwisata merupakan dua hal yang saling terkait dan sulit dipisahkan satu sama lainnya.
  2. Perlu upaya-upaya untuk pengembangan pariwisata Sumbar yang melibatkan seluruh stakeholders termasuk masyarakat di dalamnya, sehingga potensi wisata yang dimiliki bisa menyejahterakan masyarakat Sumbar. Pengembangan sektor kepariwisataan membutuhkan keterlibatan dan komitment yg sama baik dari lembaga eksekutif maupun lembaga legislative sehingga perencanaan dan pelaksanaan dilapangan dapat didukung oleh aturan, kebijakan dan anggaran yang jelas serta memadai.
  3. Program kepariwisataan yang sesuai dengan potensi pariwisata Sumatera Barat melalui pemberdayaan masyarakat antara lain memikirkan dan menghasilkan produk­-produk seperti produk kerajinan dan makanan untuk mendukung pariwisata, membantu UMKM dan pedagang seperti pemberian label, merek dan packagingserta melakukan pembinaan kepada pegusaha/UMKM, dll.
.